![]() |
| Ilustrasi |
"Anggaran yang tersedia di DKP Pesisir Selatan saat ini hanya Rp150 juta, paling besar Rp200 juta per tahun," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pesisir Selatan Edwil Noer, di Padang, Senin (30/5).
Ia mengatakan, kurangnya anggaran untuk konservasi penyu ini menjadi kendala melakukan penangkaran dan pembibitan penyu tersebut. "Anggaran yang dibutuhkan tersebut mulai dari perawatan penyu hingga pembelian telur untuk dibibitkan menjadi anak penyu dari masyarakat atau pemilik pulau," katanya.
Setiap telur penyu, kata dia, dibeli dengan harga Rp3 ribu, kemudian disimpan di balai penangkaran penyu Pulau Keranak Ketek milik pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Edwil menyatakan saat ini DKP Pesisir Selatan baru memiliki satu pulau tempat penangkaran, padahal ada delapan pulau yang bisa dijadikan tempat penangkaran penyu tersebut. "Jika delapan pulau tersebut bisa kita kembangkan, maka wisata penyu juga dapat dikembangkan di kabupaten ini," katanya.
Ia menambahkan, langkah ke depan agar konservasi penyu tersebut dapat dilaksanakan adalah memberdayakan masyarakat untuk mau ikut melakukan konservasi, tidak hanya menjual telur penyu, namun juga dibibitkan.
Berdasarkan data di DKP Pesisir Selatan dalam setahun paling tidak 10.000 anak penyu dilepaskan instansi ini di Pulau Kerabak Ketek yang menjadi pulau konservasi penyu. (Ant/OL-2)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/31/230175/89/14/Konservasi-Penyu-di-Sumbar-Butuh-Dana-Rp300-Juta
Konservasi Penyu di Sumbar Butuh Dana Rp300 Juta
Reviewed by DESTANA
on
11.31
Rating:
Reviewed by DESTANA
on
11.31
Rating:

Tidak ada komentar: